Juri Tari

Elly D. Lutan

Elly D. Lutan terlahir dengan nama Indah Harie Yulianti di Makassar pada tanggal 27 Juli 1952. Elly dikenal akan ketekunan dan pengabdiannya yang begitu tinggi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang seni tari. Boleh dikatakan bahwa sebagian besar masa hidupnya diabadikan untuk kepentingan masyarakat dunia tari. Pengalaman yang Ia peroleh bersama tokoh-tokoh tersebut, yang memberikan banyak inspirasi, kemantapan dan keinginan menciptakan karya-karya tari seperti “Kunti Pinilih”, “Drupadi Mulat”, ”Tjut Nyak”, “Gendari“. Selama kurun waktu 15 tahun terakhir ini Elly telah melahirkan beberapa repertoar tari yang mengangkat masalah perempuan maupun simbol-simbol perempuan.

Sebagai seorang seniman karya-karya tari Elly D. Lutan telah mendapat apresiasi yang sangat baik, diantaranya Karya Ramayana dalam Festival Ramayana Internasional di Bangkok Thailand pada tahun 1998, Kunti Pinilih yang dipentaskan di Het Muziek Theatre dan Amsterdam Belanda tahun 2002. Berikut Pengalaman profesional terbaru dari Elly D Lutan dengan karya-karya terbaru, baik sebagai Koreografer maupun Art Director.

Selengkapnya

2016

Keumalahayati, sebagai Konsultan Artistik, dalam rangka Pementasan
Persembahan Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tanggal 20 April 2016 di Theatre Bhineka Tunggal Ika, TMII.
Latar Jembar, sebagai Art Director dan Koreografer dalam rangka the 10th Anniversary World Dance Day, Insitut Seni Surakarta pada tanggal 29 April 2016.
Impian, sebagai koreografer dalam rangka “The 2nd Jakarta Dance Carnival” World Dance Day, pada tanggal 14 Mei 2016 di Taman Ismail Marzuki. 2015
Biyung, sebagai Koreografer, dalam rangka Malam Anugrah Budaya Kementerian Budaya dan Pariwisata 2015.

2013

Jalan Cintamu Tak Berujung, dalam rangka Gelar Perayaan 23 Tahun Berkarya Dedy Lutan Dance Company, pada tanggal 18 Desember 2013 di Gedung Kesenian Jakarta, sebagai Konsultan Artistik.

2012

Sie Jin Kwie III dengan Sutradara Nano Riantiarno pada “Pementasan Teater Koma” sebagai Koreografer pada bulan Februari 2012 di Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Maestro Maestro dan Dialog Tari, pada 09 November 2012 dalam rangka program Dewan Kesenian, sebagai Koreografer dan penari.

2011

Gandrung Eng Tay, pada tanggal 01 dan 02 Juni 2011, dalam rangka Annyversari Gedung Kesenian Jakarta, sebagai koreografer, di Gedung Kesenian Jakarta.

2010

Teater tari Paregreg dalam rangka “Malam Dana Untuk Pendidikan” oleh Kelompok Pecinta Tari Jawa Timuran sebagai Sutradara pada tanggal 18 Febuari 2010 di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

I Wayan Arnawa, S.Sn

Mengikuti Festival Ramayana di India (Tahun 2018)
Pembina kontingen Jawa Barat dalam Festival Tari Sakral Yogyakarta    Meraih juara 1 (Tahun 2012)
Misi Kebudayaan Singapore – Puri Gita Nusantara (Tahun 2008)
Misi Kebudayaan Filipina – Puri Gita Nusantara  (Tahun 2007)
Misi Kebudayaan Beijing China – LKB Saraswati (Tahun 2007)
Sanggar Dharma Kerti Cibinong (2007 – Sekarang)
Instruktur Tari Bokor Mas DEPOK thn (2005 – sekarang)
Koreografer Fragmen Tari Amurwakala Pesta Kesenian Bali – Gong Kebyar Remaja (Tahun 2005)
Instruktur Tari Gita Mustika Budaya Cijantung (2004 – Sekarang)

Siti Suryani

Lahir dengan nama lengkap Siti Suryani, di Jakarta tahun 1972, belajar menari ketika berumur 13 tahun di Anjungan Sumatera Utara tahun 1985, dengan guru tari Melayu bernama Juliat Jafar serta memperdalam Tari Melayu & 7 Puak Suku lainnya.

Beberapa karya yang pernah di hasilkan:

2002, “Tari Begadai” pada Parade Tari Tingkat Nasional di Taman Mini Indonesia Indah.

2006, “Zapin Lenggang Kipas” pada Festival Karya Tari Melayi se-Jabodetabek di Anjungan Riau, Taman Mini Indonesia Indah.

2007, “Nindak Rembati” pada Parade Tari Tingkat Nasional di Taman Mini Indonesia Indah.

2009, “Senandung Ujung Utara” pada Parade Tari Tingkat Nasional di Taman Mini Indonesia Indah.

2010, “Tikar Terbentang Dendang Menghilang” pada acara Gelar Karya Penata Tari Muda di Gedung Kesenian Jakarta.
2011, “Indang” pada Festival Folklore di Turkey.

2012, Malahayati, Pahlawan Wanita dari Aceh pada Museum Bahari Event di Museum Bahari, Jakarta

Juri Paduan Suara

Budi Susanto Yohanes

Budi Susanto Yohanes menyelesaikan pendidikan choral conducting dan vocal minor di Korea National University of Arts dengan gelar Bachelor of Arts in Music and Choir Conducting. Ia menjadi conductor beberapa paduan suara, antara lain: Gracioso Sonora Choir, PSM ITS, Difertimento, dan St. Peter Choir-Katedral Jakarta. Paduan suara yang ia pimpin telah meraih berbagai penghargaan internasional antara lain di Korea Selatan, Jerman, Spanyol, Italia, Hongaria, Inggris, dan Austria.

Budi aktif memberikan materi dalam berbagai lokakarya dan sering mendapat undangan untuk menjuri pada sejumlah kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai komponis, Budi telah menghasilkan sekitar seratus komposisi paduan suara dan telah dipublikasikan di Amerika Serikat, Jerman, Hongaria, dan Singapura.

Agus Yuwono

Mengenyam pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas  Indonesia  dan juga Program Studi Manajemen Universitas Mercu Buana. Saat ini Agus Yuwono menjadi  Deputy Chorus Conductor  Paduan Suara Mahasiswa Paragita Universitas Indonesia dan juga menjadi Conductor dan Music Director Paduan Suara Mahasiswa  Universitas  Mercu Buana Jakarta sejak 2010.

Agus Yuwono juga berpengalaman dalam berbagai tim paduan suara sebagai  tim kepelatihan dan konduktor seperti  IPC Choir, Illuminata Chamber Choir, Konser Star Wars Twilite Orchestra, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Esa Unggul Jakarta dan Paduan Suara  Mahasiswa Universitas Sahid Jakarta

Agustinus Bambang Jusana

Born in West Java on April 9, 1970, Agustinus Bambang Jusana started to develop his skills in choral music as a member of students’ choir at Parahyangan Catholic University (UNPAR) Bandung. He formally studied conducting and choral tutorial from Avip Priatna.

He has been leading some choirs for nearly two decades, among others Maranatha Christian University Choir, Bandung; Perbanas Institute Choir, Jakarta; Gadjah Mada University Student Choir Jogjakarta, Blue Singers Manado, Borneo Cantata Samarinda, and many more.  He has brought the choirs to achieve many awards in some prestigious competitions both national and international level, such as in Greece, Germany, Spain, Italy, Austria, Malta, Singapore, South Korea, etc.  Furthermore, he was awarded as the Best Conductor at an international choir competition in Riva del Garda, Italy in 2009.

He has been actively invited as a judge in choir competitions and to give choral clinics in many cities around Indonesia. In 2016, along with Maranatha Choir, he is invited to perform at American Choral Director Association (ACDA) Conference, Western Division in Pasadena, California, USA.